Mangan Ora Mangan Kumpul

by Umar Kayam

Book review

Dikemas dalam gaya seloroh, nakal dan santai, kumpulan kolom Umar Kayam ini mencuatkan sesuatu yang transendental. Teknik penulisannya pun, uniknya, mengingatkan kita pada Obrolan Pak Besut di RRI Yogyakarta dahulu yang menghadirkan sejumlah tokoh tetap, dan mengikat "alur cerita" dengan warna lokal yang kental.

Jika kemudian warna lokal Jawa yang dipilihnya, agaknya harus dilihat lebih sebagai alat menyampaikan kearifan dalam memandang kehidupan. Baginya, hidup adalah harmoni, dan tidak selalu hitam putih. Komentar Goenawan Muhammad, "Hidu, seperti tersirat dalam tulisan Umar Kayam ini, tidak bisa dilihat secara ekstrem; banyak problem, tapi kita masih bisa selalu betah karena hidup tak pernah jadi proses yang soliter."

Umar Kayam dilahirkan di Ngawi, Jawa Timur, 30 April 1932 dan meninggal di Jakarta 16 Maret 2002. Meraih gelar Ph.D. dari Universitas Cornell, Amerika Serikat tahun 1965, budayawan yang mantan Dirjen RTF, ketua Dewan Kesenian Jakarta, dan Rektor IKJ tershor juga sebagai bintang film spesialis Bung Karno, kolumnis, cerpenis, dan penulis skenario film.

Title
ISBN9789794443088
Author
PublisherGrafitipers
GanreAsian Literature
Pages count458
File size6.4 Mb
eBook formatPaperback, (torrent)En
Book rating4.13 (504 votes)